Apakah Industri Mode Dan Industri Kuliner Bisa Bersatu?

Berkembangnya industri mode dan industri kuliner membuat label lokal Indonesia (X)S.M.L melakukan kerja sama dengan Pancious dalam mengadakan peragaan busana yang bertemakan La Storia del Banchetto.

Dalam peragaan tersebut, hadir 36 koleksi dan tiga diantaranya merupakan koleksi yang terinspirasi dari menu hidangan yang ada di Pancious.

“Ada tiga baju yang didesain khusus untuk Pancious. Cuma setelah saya melihat menu-menu Pancious, banyak sekali yang western campur eastern,” ujar Jun Sugandhi, CEO (X)S.M.L usai peragaan busana di Plaza Indonesia Jakarta, Rabu 926/10/2016).

Untuk itu, Jun menjelaskan bahwa dia ingin meluncurkan koleksi di mana terdapat pengaruh dari Eropa dan juga dari Asia, sehingga menggabungkan keduanya.

Untuk bahan yang digunakan sendiri terdiri dari sutra dan satin, yang terinspirasi dari ruffle yang identik dengan bangsa eropa.

Sementara itu, dari koleksi busana lainnya hadir pula bahan printing dengan motif ombak, bunga, dan kotak-kotak. Jun menambahkan, potongannya lebih fitting agar tampak lebih sexy.

“Kita mau lebih berani di koleksi kali ini. Kita juga pakai banyak warna, ada merah, kuning, emas, dan biru,” ucapnya.

Maka dari itu, koleksi busana yang hadir juga terinspirasi dari menu terbaru Pancious, seperti halnya pasta dengan warna merah atau egg white dengan warna putih.

Lalu, dia menjelaskan bahwa kolaborasi yang dilakukan ini merupakan pertama kalinya mode dan kuliner berkolaborasi di Indonesia.

0 Response to "Apakah Industri Mode Dan Industri Kuliner Bisa Bersatu?"

Poskan Komentar