Senin, 26 September 2016

Informasi Dari Orangtua Sangat Penting Kita Simak

Kita mungkin tahu satu atau dua (atau tiga) hal tentang seks. Biasanya, kita mendapat informasi itu dari teman atau mungkin juga orangtua.

Generasi orangtua menginformasikan itu berdasarkan pengalaman mereka, tanpa menyadari bahwa banyak hal telah berubah berdasarkan penelitian ilmiah, termasuk soal metode kontrasepsi.

"Terlebih lagi, seks dan seksualitas masih dianggap tabu untuk dibicarakan terbuka bagi sebagian orang sehingga mudah terjadi salah paham dan informasi," kata Vanessa Cullins, M.D., dokter kebidanan dan kandungan serta wakil presiden urusan medis eksternal di Planned Parenthood.

Untuk menjernihkan kebingungan, simaklah penuturan dokter mengenai kesalahpahaman tentang metode kontrasepsi yang sering mereka temukan saat menangani pasien.

Beberapa orang percaya bahwa kontrasepsi hormonal bisa memicu penyakit, salah satunya kanker. Namun, beberapa penelitian menunjukkan, wanita yang menggunakan kontrasepsi oral dengan estrogen dosis tinggi, risiko kanker payudaranya sedikit menurun.

Namun, mengonsumsi pil rendah estrogen tidak juga berhubungan dengan peningkatan risiko kanker payudara, kata Colleen Krajewski, M.D., seorang ginekolog di The National Campaign to Prevent Teen and Unplanned Pregnancy.

Sedangkan menurut Krajewski, Pil KB benar-benar dapat melindungi wanita dari kanker, mengurangi risiko kanker ovarium hingga setengahnya, setelah lima tahun penggunaan. Wanita yang menggunakan kontrasepsi oral juga diketahui berisiko lebih rendah mengalami kanker usus besar.

"Saya banyak mendenger, orang mengatakan bahwa metode kontrasepsi hormon dapat berakibat buruk. Tapi itu tidak benar, "kata Dr Krajewski.

Dalam siklus menstruasi alami, ada saatnya tubuh Anda menghasilkan banyak esterogen dan sedikit progesteron dan ini berfluktuasi sepanjang usia masa subur Anda.

Mengonsumsi pil KB kombinasi yang mengandung estrogen dan progestin, akan membantu meredakan fluktuasi tersebut. Karena itu, wanita yang mengonsumsi pil KB kombinasi mengalami gejala PMS yang lebih sedikit.

Ada juga kekhawatiran, bahwa akan timbul bahaya jika kita berupaya menghentikan ovulasi. Wanita hamil dan menyusui tidak berovulasi dan mereka baik-baik saja. Tubuh kita memang tidak selalu berovulasi setiap bulan dan tubuh Anda tidak akan lupa bagaimana caranya berovulasi meski Anda sudah menggunakan kontrasepsi selama bertahun-tahun.

Level tertinggi risiko langka penggunaan pil KB kombinasi seperti pembekuan darah dan stroke, terjadi ketika Anda pertama kali mulai mengonsumsinya. Jadi, menghentikan konsumsi pil KB lalu memulainya lagi bukanlah langkah yang aman.

Jika Anda masih tidak nyaman dengan metode hormonal, berkonsultasilah ke dokter Anda. Banyak wanita merasa lebih baik dengan metode progestin saja atau alternatif lain bebas hormon seperti IUD.

Tanda-tanda Wanita Dalam Masa Subur Yang Harus Anda Tahu

Fluktuasi estrogen dan progesteron saat ovulasi memengaruhi segala sesuatu dalam diri Anda. Mulai dari cara Anda berjalan hingga warna pakaian yang sedang Anda sukai, kata Belisa Vranich, Ph.D., seorang psikolog klinis di AS.

Semua itu adalah petunjuk bahwa Anda sedang di dalam puncak kesuburan. Selain itu, ada lagi tanda-tanda yang perlu Anda pahami jika Anda ingin tahu apakah saat ini Anda sedang ada di dalam masa subur atau tidak.


Wajah Anda Bersemu Merah

Tidak perlu malu jika wajah Anda memerah dengan mudah. Sebuah studi baru dari University of Glasgow menemukan bahwa kulit wanita lebih mudah bersemu ketika sedang masa subur.

Menurut Benedict Jones, Ph.D., penulis utama studi tersebut, penyebabnya adalah peningkatan kadar estradiol hormon, atau hormon yang bertanggungjawab atas cahaya bersemu merah pada kulit Anda, yang kadarnya melonjak ketika masa subur.


Suara Anda Berubah

Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Physiology and Behavior menemukan, bahwa suara perempuan berubah selama siklus ovukasi.

Dalam studi tersebut terungkap bahwa ketika orang-orang mendengar wanita dalam masa subur berbicara, aktivitas listrik di kulit mereka meningkat sebesar 20 persen.

Melanie Shoup-Knox, Ph.D., seorang psikolog di James Madison University dan peneliti utama studi tersebut, menjelaskan bahwa hormon mempengaruhi jaringan lunak di laring, tenggorokan, dan pita suara seperti yang terjadi juga pada serviks. Jaringan ini memiliki reseptor estrogen dan progestin.

Variasi dalam jumlah hormon ini dapat menghasilkan variasi dalam jumlah aliran darah dan retensi air dalam pita suara, yang dapat mengakibatkan perubahan fluiditas vokal atau suara Anda.


Anda Jadi Menyukai Warna Merah

Menurut sebuah studi tahun 2013 yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Science, wanita lebih mungkin untuk memilih pakaian dalam nuansa merah ketika mereka berovulasi.

Teori ini mengatakan, bahwa wanita memilih warna cerah untuk menarik perhatian lawan jenis kepada mereka, karena mereka merasa lebih seksi.


Anda Menjadi Lebih Cantik

Sebuah studi dari Inggris mengatakan bahwa proses ovulasi seorang wanita secara umum dapat terlihat lewat wajah mereka, kata Miriam Law Smith, Ph.D., peneliti utama studi tersebut. Wanita dalam masa subur menampilkan bibir dan pipi yang lebih penuh, pipi gemuk, mata cerah, dan kulit lebih halus karena produksi hormon estrogen yang meningkat saat ovulasi.


Langkah Anda Lebih Seksi

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Evolution & Human Behavior menemukan bahwa penari telanjang mendapat tips lebih 80 persen lebih banyak, ketika mereka berovulasi dan 50 persen lebih sedikit ketika mereka menstruasi.

Peneliti menemukan, bahwa wanita yang sedang berovulasi lebih mungkin untuk memilih pakaian yang lebih provokatif dan bergerak dengan cara yang lebih seksi.

Jumat, 17 Juli 2015

Jadwal Penerbangan Dari Dan Ke Surabaya

Jadwal penerbangan dari dan ke Surabaya pada H-1 Idul Fitri 2015 (Kamis, 16/7/2015) kacau balau akibat dihentikannya operasi bandara Juanda.

Penutupan bandara tersebut dilakukan karena debu letusan gunung Raung bertiup ke arah barat, ke wilayah udara Surabaya, sebagaimana disiarkan oleh Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin, Asutralia pada Kamis (16/7/2015) malam lalu. Mengapa operasi bandara sampai ditutup? Seberapa bahayakah debu letusan gunung berapi bagi pesawat terbang?

Menurut penelitian yang dilakukan oleh NASA, debu gunung berapi bisa merusak fungsi baling-baling pada pesawat turboprop atau mesin jet dalam pesawat turbofan, komponen vital dalam penerbangan.

Hal itu telah terbukti dari insiden yang pernah dialami oleh pesawat Boeing 747-200 milik maskapai British Airways. Pesawat dengan callsign Speedbird 9 (nomor penerbangan BA09) itu pada 24 Juni 1982 melakukan penerbangan rute Kuala Lumpur - Perth.

Di tengah perjalanan, saat melintasi Pulau Jawa, Indonesia, Speedbird 9 terperangkap di tengah abu letusan gunung Galunggung.

Empat mesin B747 tersebut mati karena menyedot debu silika gunung Galunggung. Pilot kemudian memutuskan untuk menurunkan ketinggian jelajah dari 36.000 kaki ke 12.000 kaki. Beruntung, pilot akhirnya berhasil kembali menyalakan mesin pesawat setelah terbang di ketinggian yang lebih rendah, dan terbebas dari kepungan abu vulkanik.

Jika tidak segera menurunkan ketinggian dan terbebas dari kepungan abu vulkanik, bisa jadi malapetaka yang lebih besar tidak terhindarkan saat itu, seperti pesawat yang bakal mengalami disintegrasi dan sebagainya.

Speedbird 9 kemudian mengalihkan pendaratannya di bandara terdekat, yaitu Halim Perdanakusuma, Jakarta. Debu silika yang ukurannya sangat kecil, diameternya antara 6 mikron hingga 2 mm, bisa terbawa angin dengan mudah, dan karena terlontar dari kawah gunung berapi, maka debu bisa membubung tinggi hingga ketinggian jelajah pesawat.

Karena saking kecil dan ringannya, debu gunung berapi sulit untuk dihilangkan, dan membutuhkan waktu yang lama untuk hilang sepenuhnya jika tidak segera diambil tindakan.

Jika hal ini terjadi dan dibiarkan, maka dalam jangka waktu lama debu yang menempel dalam badan atau komponen pesawat bisa menyebabkan retakan-retakan halus di bodi pesawat.

Retakan di badan pesawat, sekecil apa pun tentu sangat membahayakan, sebab badan pesawat didesain agar bisa "mengembang" dan "mengempis" saat di udara dan di darat, menyesuaikan tekanan udara.

Debu silika gunung berapi dikutip dari The Guardian, Jumat (17/7/2015), memiliki titik leleh pada suhu 1.100 derajat celcius, dan lelehan itu bisa menempel dan melumerkan komponen bilah-bilah turbin di dalam mesin jet, atau nozzle, yang dalam pesawat jet modern suhunya bisa mencapai 1.400 derajat celcius.

Hal itu sesuai dengan kesaksian salah satu penumpang British Airways nomor penerbangan 9 yang mengatakan bahwa mesin B747 yang ditumpanginya terlihat menyala terang.

Bila komponen mesin terbakar dan meleleh, pesawat tidak lagi memiliki daya dorong yang seharusnya dibutuhkan untuk terbang.

Debu gunung berapi juga bisa merusak kaca depan pesawat. Debu silika memiliki kontur yang tajam. Jika ditabrak dengan kecepatan tinggi, maka kumpulan debu itu bisa membuat kaca depan pesawat tersayat-sayat, pandangan pilot pun jadi terbatas.

Abu vulkanik yang menempel di pesawat dalam jumlah banyak juga akan merusak aliran udara di sekitar badan pesawat dan justru menjadi penghambat laju (drag).

Pesawat yang baru saja melintasi area abu vulkanik, akan mendapatkan pengecekan secara menyeluruh. Hal ini untuk memastikan tidak ada residu-residu abu vulkanik yang menempel di badan pesawat.

Jika ada komponen-komponen yang terdampak, seperti rusak atau berubah bentuk karena terkikis, juga harus diganti secepatnya.

Dengan mengetahui dampak apa yang bisa disebabkan oleh abu vulkanik terhadap pesawat udara, maka penutupan wilayah udara dan bandara seperti yang dilakukan pihak Angkasa Pura II di bandara Juanda Surabaya adalah hal yang tepat. Keamanan adalah hal yang mutlak dalam setiap penerbangan.

Sejauh ini memang belum ada insiden pesawat jatuh yang dipicu oleh debu gunung berapi namun dari kasus-kasus sebelumnya yang dipaparkan di atas bisa jadi leading factor yang menimbulkan bahaya yang lebih besar.

Lebaran Tahun Ini Akan Diwarnai Fenomena Langit Menarik

Lebaran tahun ini akan diwarnai dengan fenomena langit menarik. Komet PanSTARRS (C/2014 Q1) akan melewati langit Indonesia dan berpotensi untuk disaksikan.

Di wilayah perkotaan, komet harus dilihat dengan alat bantu teleskop. Namun di pedesaan yang berlangit gelap dan cerah, komet berpotensi dilihat dengan mata telanjang.

"Sambil lebaran dan Mudik semua bisa menyaksikan komet ini," ungkap Mutoha Arkanuddin, pembina Jogja Astro Club (JAC).

C/2014 Q1 adalah komet yang ditemukan pada 16 Agustus 2014 lewat observasi dengan Panoramic Survey Telescope and Rapid Response System (PanSTARRS) di Gunung Haleakala, Hawaii.

Komet itu sebenarnya tampak dari Indonesia sepanjang Juli dan Agustus, tetapi hari kedua Lebaran atau Sabtu (18/7/2015) adalah waktu terbaik untuk menyaksikannya.

"Komet bisa dilihat di arah barat saat Maghrib sampai kira-kira satu jam sesudahnya," ungkap Mutoha saat dihubung, Kamis 916/7/2015).

C/2014 Q1 akan tampak dengan magnitudo 5,5. Magnitudo menyatakan kecerlangan benda langit, semakin kecil nilainya maka makin terang.

Dengan magnitudo 5,5, C/2014 Q1 sebenarnya akan tampak redup. Karenanya, alat bantu minimal berupa binokuler diperlukan.

Pada hari terbaik pengamatan C/2014 Q1, langit barat di Indonesia juga akan dihiasi oleh Venus, Jupiter, dan Bulan.

Ketiga benda langit itu berada di posisinya sedemikian rupa sehingga membentuk fenomena menarik. "Akan tampak seperti smile (wajah yang tersenyum)," kata Mutoha.

Keberadaan Venus, Jupiter, dan Bulan juga bisa dijadikan petunjuk lokasi C/2014 Q1. Komet itu akan berada di bawah bulan.

Jangan lewatkan fenomena astronomi menarik ini. Mudik ke kampung halaman yang punya langit lebih gelap dan cerah bisa menjadi kesempatan yang tepat untuk menyaksikan C/2014 Q1.

Petang hari, bawa binokuler atau teleskop ke wilayah lapang. Arahkan pandangan ke barat, tepat di bawah Bulan. Tunggu kedatangan sang komet.

Cara Memperkirakan Waktu Kematian Yang Lebih Akurat

Ilmuwan menemukan cara memperkirakan waktu kematian yang lebih akurat.

Cara baru tersebut memungkinkan ilmuwan menetapkan waktu kematian hingga 10 hari setelah meninggalnya seseorang.

Hasil temuan yang dipaparkan dalam pertemuan tahunan Society of Experimental Biologi di Praha pada Rabu (1/7/2015) itu merupakan terobosan berarti.

Selama ini, waktu kematian ditetapkan dengan pengukuran suhu, yang hanya bisa akurat hingga 36 jam setelah meninggalnya seseorang.

Tim ilmuwan mempelajari protein otot pada babi. Berdasarkan karakteristiknya, otot babi memiliki kemiripan dengan otot manusia.

Otot terdiri dari molekul-molekul protein yang akan mengalami penguraian ketika seseorang meninggal.

"Ini terjadi pada protein tertentu dan pada waktu tertentu," kata Peter Steinbacher yang melakukan penelitian.

 "Bahkan produk dari penguraiannya itu hanya bisa dijumpai pada waktu tertentu."

"Jadi, bila Anda tahu produk apa yang terdapat pada sebuah sampel, maka Anda akan tahu kapan individu tersebut meninggal," ungkap peneliti dari University of Salzburg itu seperti dikutip BBC, Rabu kemarin.

Steincbacher dan tim menganalisis lebih dari 60 sampel jaringan otot dari departemen forensik di University of Salzburg.

Hasil riset menunjukkan, prediksi waktu kematian dengan analisis protein yang terdapat pada sampel cukup akurat.

"Kita sekarang butuh lebih banyak sampel untuk mengetahui apakah jender, indeks massa tubuh, suhu, kelembaban, dan lainnya memengaruhi waktu perombakan protein otot," kata Steinbacher.

Ia berharap dalam tiga tahun metode barunya bisa diaplikasikan dalam forensik.

Jumat, 13 Desember 2013

Juara Dunia MotoGP 2013 Marc Marquez

Juara dunia MotoGP 2013, Marc Marquez dari Honda mengatakan dirinya tak terlalu mementingkan siapa sosok menjadi rekan setimnya pada 2015. Bahkan, dia pun tak masalah jika akhirnya berada satu tim dengan Jorge Lorenzo.

Belakangan, beredar kabar bahwa Honda bakal mencoba mendatangkan Lorenzo, yang kontraknya bersama Yamaha habis pada 2015. Pengoleksi dua gelar juara MotoGP itu diproyeksikan menggantikan Dani Pedrosa.

Bukan kali ini sebenarnya Honda dihubung-hubungkan dengan Lorenzo. Selepas ditinggal Casey Stoner yang pensiun pada akhir 2012, Honda melirik Lorenzo, namun saat itu sang rider memilih memperpanjang kontraknya dengan Yamaha.

"Tidak, sama sekali tidak. Apa yang saya inginkan adalah ada di garasi itu (Honda). Siapapun yang akan menjadi rekan setim saya, apakah Pedrosa akan bertahan atau tidak, saya hanya ingin berada di sana," kata Marquez, seperti dilansir Autosport.

"(Hal yang pasti) adalah saya akan mencoba untuk terus belajar sebanyak mungkin dari rekan setim. Itu saja," ujar pembalap yang menjuarai kelas 125cc pada 2010 dan Moto2 pada 2012 tersebut.

Pada MotoGP 2013 lalu, Marquez, yang berstatus sebagai debutan, menjalani musim dengan gemilang dan menorehkan sejumlah rekor. Apa yang dicapainya tersebut akan membuat Honda terus berupaya mempertahankannya.

Rabu, 27 November 2013

Seputar kehidupan Modern

Sebuah penelitian yang dilansir dari bbc.co.uk menyebutkan bahwa kehidupan urban atau kehidupan modern yang banyak diikuti oleh masyarakat pada saat ini menurunkan gairah seksual mereka. Akibatnya para pasangan suami istri menjadi jarang untuk berhubungan seksual.

Penelitian yang dilakukan di Inggris ini menyimpulkan bahwa kesibukan akibat pekerjaan serta tingginya angka penggunaan teknologi berperan penuh dalam fenomena ini.

"Orang-orang pada saat ini sangat mengutamakan pekerjaan mereka karena mereka berpikir bahwa pekerjaan itulah yang akan memberi mereka pekerjaan. Selain itu penggunaan smartphone dan tetap membiarkannya menyala selagi Anda tidur juga turut mengganggu kehangatan hubungan Anda dengan pasangan," jelas Dr Catch Mercer dari University College London.

Lebih lanjut penelitian yang melibatkan 15.000 warga Inggris ini juga mengungkapkan bahwa kebanyakan pasangan di Inggris hanya berhubungan seks kurang dari 5 kali dalam sebulan.

Pekerjaan yang Anda miliki saat ini memang penting. Namun cobalah untuk mengatur waktu agar Anda tidak sampai mengorbankan kehangatan dengan pasangan Anda.